Selasa, 23 September 2014

Guru meminta adik Erfas untuk menyatakan 4+4+4+4+4+4 dalam operasi perkalian. Adik Erfas menuliskan jawaban bahwa 4+4+4+4+4+4 = 4x6. Jawaban itu, menurut Erfas, seharusnya benar. Namun, ternyata sang guru menyalahkan. Menurut guru, jawaban yang seharusnya adalah 6x4. 
Periristiwa ini telah menyita berbagai kalangan untuk memberikan respon dan komentar. tak terkecuali para Ilmuwan dari Universitas ternama yang mmberikan pendapatnya mengenai kasus tersebut. 
Seperti yang dimuat http://www.republika.co.id/ dengan Judul 

Gara-Gara 6x4 dan 4x6, Profesor ITB Berdebat dengan Profesor UI


Yohanes Surya, seorang profesor fisika dari Universitas Indonesia (UI). Siapa pula yang tak kenal Iwan Pranoto, profesor matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Yohanes menyatakan, 6x4 itu tidak sama dengan 4x6. Dia membuat perumpamaan jeruk di dalam kotak.
Menurut Yohanes, jika dalam dua kotak berisi masing-masing empat jeruk, maka persamaannya adalah 4 jeruk + 4 jeruk. 
Dengan demikian, soal di atas bisa ditulis 2 kotak x 4 jeruk atau disingkat 2 x 4 jeruk = 4 jeruk + 4 jeruk.
Selanjutnya, itu bisa dituliskan 2 x 4 = 4 + 4 (kesepakatan). 
Nah, dengan kesepakatan itu, maka kita boleh menuliskan:
6 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4
4 x 6 = 6 + 6 + 6 + 6
Pernyataan Yohanes tersebut kemudian menarik perhatian Iwan. Di akun twitternya @iwanpranoto, pengajar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB itu mendebat Yohanes.
"Ini ilmu alam, bukan matematika. Matematika tidak seperti itu," tulis Iwan.
Menurutnya, jika mendefenisikan perkalian dengan situasi di alam atau berdasarkan kejadian di dunia nyata, maka perkalian jadi gagasan yang tergantung alam. Jika suatu pernyataan matematika bertentangan dengan fenomena alam, maka harusnya dibiarkan saja. Karena matematika bukan fenomena alam.
Iwan menambahkan, secara bercanda, matematikawan akan berkata bahwa alam semesta yang tidak ideal. Sehingga akhirnya teori matematika tak sesuai dengan fenomena alam. 
Yang salah itu adalah alam semesta, bukan salah matematikanya karena matematika lebih ideal dari kenyataan alam. Persamaan atau pernyataan matematika itu kekal, bahkan lebih kekal dari alam. 

JADI MANA YANG BENAR KEMBLIKAN PADA KEPERLUAN MASING-MASING (pendapat saya)


2 komentar: